my business


indo islamic store - toko Islam Indonesia

Selain bekerja di bidang pendidikan, saya juga mempunyai Toko Online yang menjual produk-produk muslim ke seluruh Indonesia & dunia. Jika teman ingin berbelanja produk-produk muslim silakan klik foto toko di atas.

Jika teman ingin membuat toko online seperti saya, silakan hubungi saya. Ke depannya, insyaAllah saya akan berbagi tutorial yang berkaitan dengan membuat toko online.

Jumat, 23 April 2010

Crispy Tongue ^_^



Posted by: Mr. Indra Permana, SS. S.Pd

1. If you understand, say "understand" . If you don't understand, say "don't understand". But if you understand and say "don't understand". How do I understand that you understand? Understand!

2. I wish to wish the wish you wish to wish, but if you wish the wish the witch wishes, I won't wish the wish you wish to wish.

3. Sounding by sound is a sound method of sounding sounds.

4. A sailor went to sea to see, what he could see. And all he could see was sea, sea, sea.

6. If two witches were watching two watches, which witch would watch which watch?

7. I thought a thought.But the thought I thought wasn't the thought I thought I thought. If the thought I thought I thought had been the thought I thought, I wouldn't have thought so much.

8. Once a fellow met a fellow In a field of beans. Said a fellow to a fellow, "If a fellow asks a fellow, Can a fellow tell a fellow What a fellow means?"

9. Mr Inside went over to see Mr Outside. Mr Inside stood outside and called to MrOutside inside. Mr Outside answered Mr Inside from inside and Told Mr Inside to come inside. Mr Inside said "NO", and told Mr Outside to come outside. MrOutside and Mr Inside argued from inside and outside about going outside or coming inside. Finally, Mr Outside coaxed Mr Inside to come inside, then both Mr Outside and Mr Inside went outside to the riverside.

10. SHE SELLS SEA SHELLS ON THE SEA SHORE , BUT THE SEA SHELLS THAT SHE SELLS, ON THE SEA SHORE ARE NOT THE REAL ONES

11. The owner of the inside inn was inside his inside inn with his inside outside his inside inn.

12. If one doctor doctors another doctor does the doctor who doctors the doctor doctor the doctor the way the doctor he is doctoring doctors? Or does the doctor doctor the way the doctor who doctors doctors?

"When a doctor falls ill another doctor doctor's the doctor. Does the doctor doctoring the doctor doctor the doctor in his own way or does the doctor doctoring the doctor doctors the doctor in the doctor's way"

13. We surely shall see the sun shine shortly. Whether the weather be fine, Or whether the weather be not, Whether the weather be cold Or whether the weather be hot, We'll weather the weather Whatever the weather, Whether we like it or not. Watch? Whether the weather is hot. Whether the weather is cold. Whether the weather is either or not. It is whether we like it or not.

14. A flea and a fly in a flue Said the fly "Oh what should we do" Said the flea" Let us fly Said the fly"Let us flee" So they flew through a flaw in the flue

15. If you tell Tom to tell a tongue-twister his tongue will be twisted as tongue-twister twists tongues.

16. Mr. See owned a saw.And Mr. Soar owned a seesaw. Now See's saw sawed Soar's seesaw Before Soar saw See, Which made Soar sore.Had Soar seen See's saw Before See sawed Soar's seesaw, See's saw would not have sawed Soar's seesaw. So See's saw sawed Soar's seesaw.But it was sad to see Soar so sore Just because See's saw sawed Soar's seesaw
Read More … Crispy Tongue ^_^

Senin, 19 April 2010

Aristoteles dan Kemalasan


Di antara murid-murid yang belajar pada Aristoteles (filsuf Yunani) terdapat seorang yang sangat malas. Ketika diperingatkan oleh gurunya, dia menjawab mengemukakan alasannya, “Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak memiliki ketekunan untuk membaca, dan tidak mempunyai kesabaran terhadap kelelahan serta kejenuhan belajar”. Apa jawaban Aristoteles?

Aristoles lalu berkata kepada muridnya yang malas itu, “Kalau demikian tidak ada jalan lain bagimu kelak, kecuali harus sabar menghadapi KESENGSARAAN dan KEBODOHAN”.
[Abdulaziz Salim Basyarahil, Hikmah dalam humor kisah dan pepatah, jilid 3.] Thanks to Latiief Rachman yang telah mengirimkan kutipan ini.

Ada orang yang berkata kepada saya,

“Adakah bisnis yang tanpa modal?”

Saya jawab,

“Jangan bisnis jika tidak mau mengeluarkan modal.”

Yang dimaksud modal, bukan hanya modal berupa uang atau aset fisik. Modal Anda bisa dengkul Anda, bisa pikiran Anda, bisa keterampilan Anda, bisa pengalaman Anda, bisa ilmu Anda, bisa kreativitas Anda, dan berbagai aset yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan hasil.

Setiap pencapaian selalu ada pengorbanan. Kita akan mendapatkan jika kita sudah memberikan sesuatu. Dalam hal apa pun, termasuk bisnis, karir, termasuk kehidupan sosial. Selalu ada yang harus kita berikan untuk mendapatkan sesuatu.

Adalah sangat mudah bagi Allah SWT untuk memberikan sesuatu kepada kita setelah kita berdo’a, termasuk do’a kita saat ingin kaya. Namun sudah sunatullah untuk mendapatkan sesuatu harus ada sesuatu yang kita berikan yaitu usaha dan pengorbanan.

Jika Anda malas untuk berusaha dan berkorban, mengapa berharap sesuatu? Toh tidak ada yang Anda berikan, mengapa harus menerima? Jika Anda malas untuk meningkatkan kualitas diri, mengapa harus berharap peningkatan pencapaian? Jika malas mencoba, mengapa harus berharap hasil?

Tindakan dan pengorbanan tetap diperlukan, apapun strategi dan ilmu pengembangan diri atau bisnis yang Anda miliki. Ilmu, teknologi, atau strategi hanya berfungsi agar tindakan Anda lebih efektif dan tepat sasaran. Bukan berarti setelah Anda mengaplikasikan Law of Attraction Anda tinggal menunggu hasil, tidak, Anda harus mau menjemput apa yang Anda tarik. Dengan kerja, eh, dengan kerja keras.

Setelah Anda berdo’a ingin kaya, Allah mungkin memberi ilham kepada Anda untuk ide bisnis tertentu. Ide tersebut hanya akan terwujud jika Anda bertindak. Tentu saja, tindakan dari hasil berdo’a akan jauh lebih efektif daripada hasil tindakan semata tanpa do’a. Tindakan akan lahir jika Anda memiliki pikiran positif dan percaya diri.
Read More … Aristoteles dan Kemalasan

Gaya Belajar


Ditulis Oleh Mr. Indra Permana SS. S.Pd. --- Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar ini terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita mengenal gaya belajar kita, maka kita bisa memilih strategi belajar yang efektif, yang disesuaikan dengan gaya belajar kita masing-masing.

”Auditory learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar ”auditory.” Jika ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam bahasa Inggris. Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir mengucapkan dan menggunakannya.

”Visual learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar ”visual”. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui dalam melakukan pekerjaan kita. Untuk mencoba memahami suatu konsep abstrak, kita bisa menggambarkannya dalam bentuk visual: ”flow chart”, tabel, ataupun bentuk-bentuk visual lainnya.

”Kinesthetic learners”.
Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan komputer (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga kita tidak cepat bosan. Kita bisa juga bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut. Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa lebih efektif.

Read More … Gaya Belajar

Jumat, 16 April 2010

Berpikir secara Beda dan Positif


Diterjemahkan oleh: Mr. Indra Permana.

Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi di dekat kakinya. Dia mengangkat suatu tanda yang bertuliskan: "Saya buta, tolong bantu." Hanya ada beberapa koin di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewatinya. Ia mengambil beberapa koin dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Pria itu kemudian mengambil tandanya, membaliknya, dan menulis beberapa kata. Dia mengembalikan tanda itu pada anak yang buta sehingga setiap orang yang lewat sekarang akan melihat kata-kata baru.

Tak lama kemudian topi itu mulai terisi banyak. Ada lebih banyak orang yang memberi uang kepada anak buta itu. Sore itu pria yang telah mengubah tanda datang untuk melihat bagaimana keadaannya sekarang. Anak itu mengenali langkah kakinya dan bertanya, "Apakah kau yang merubah tanda saya pagi ini? Apa yang Anda tulis??"

Orang itu berkata, "Saya hanya menulis kebenaran. Saya mengatakan apa yang kau katakan tetapi dengan cara yang berbeda..."

Saya menulis: "Hari ini adalah hari yang indah tapi saya tidak bisa melihatnya."

Kedua tanda tersebut menandakan bahwa anak itu buta. Tapi tanda pertama hanya mengatakan anak itu buta. Tanda kedua mengatakan bahwa orang-orang yang melewatinya sangat beruntung, mereka tidak buta. Haruskah kita terkejut bahwa tanda kedua yang lebih efektif?

Pesan Moral: Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Jadilah orang yang kreatif dan inovatif. Berpikir secara berbeda dan positif.



Read More … Berpikir secara Beda dan Positif

Rabu, 14 April 2010

Lesson One

Lesson One

Di video ini dijelaskan bahwa belajar bahasa Inggris memang tidak mudah. Tapi yakinlah, bahwa dengan praktis setiap hari kita akan bisa berbicara dan menggunakan bahasa Inggris.

Download Link this Video
Read More … Lesson One

Selasa, 13 April 2010

Bahasa Inggris Bahasa yang Mendunia setelah Bahasa Arab

Negosiasi gagal karena salah paham dengan calon mitra asing. Pekerjaan tertunda karena komunikasi yang terbata-bata dengan klien dari negeri seberang. Nilai pelajaran Bahasa Inggris jelek terus. Mengalami kerugian dari kontrak kerja yang tidak sepenuhnya dipahami. Lamaran kerja di sebuah perusahaan asing ditolak karena kemampuan berbahasa Inggris yang kurang. Kesempatan kerja sama dengan perusahaan kelas internasional batal akibat tidak bisa menyediakan tenaga kerja yang bisa berbahasa Inggris.

Apakah Sobat pernah mengalami salah satu dari kejadian di atas? Sobat tidak sendirian. Banyak orang yang mengalami masalah dalam pekerjaan bukan karena tidak ada kemampuan atau kesempatan, melainkan hanya karena kemampuan bahasa Inggris yang kurang. Di dunia usaha yang makin mengglobal, semakin banyak perusahaan lokal Indonesia yang masuk ke pasar dunia, dan semakin banyak perusahaan internasional yang masuk ke pasar lokal, penggunaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ”bisnis” makin dirasakan sebagai suatu keharusan. Masalahnya, jumlah pelaku bisnis di Indonesia yang sudah nyaman menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari dalam bisnis masih terbatas.

Di blog ini saya akan berbagi sedikit ilmu saya, yang juga saya kompilasi dari berbagai sumber, mengenai bahasa Inggris. Sayang, kalau di jaman modern ini kita tidak bisa berbahasa Inggris. Minimal pasif lah, harus bisa.

Blog ini tidak hanya berisi tentang bahasa Inggris, tapi juga apapun yang ingin saya bagi. Enjoy :)
Read More … Bahasa Inggris Bahasa yang Mendunia setelah Bahasa Arab

Minggu, 11 April 2010

Tips Belajar Mudah Bahasa Inggris Via Internet : Cara Efektif

Belajar bahasa Inggris tidak sulit, tetapi juga tidak semudah membalik telapak tangan. Yang penting adalah kemauan dan ketekunan. Pakar pembelajaran Bahasa Inggris, H. Douglas Brown mengemukan lima prinsip belajar bahasa Inggris yang efektif berikut ini.

"Way of life".
Jika kita belajar bahasa Inggris di negeri tempat bahasa tersebut digunakan sebagai Bahasa Ibu, umumnya kita akan lebih cepat menguasai bahasa tersebut karena kita setiap hari dikelilingi oleh bahasa Inggris, dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Hal ini disebabkan karena bahasa Inggris telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Demikian pula yang harus kita lakukan di Indonesia, jika kita ingin belajar bahasa Inggris dengan efektif: kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan kita. Artinya, kita harus mencoba menggunakannya setiap hari di mana mungkin. Untuk itu, kita bisa membaca, mendengar, ataupun berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris pada setiap kesempatan yang kita temui atau yang bisa kita ciptakan. Misalnya, kita bisa menyisihkan waktu tiap hari untuk baca satu artikel bahasa Inggris dalam satu hari. Kalau satu artikel belum mampu, satu paragraf atau satu kalimat per hari pun tidak jadi masalah. Kita jadikan kalimat tersebut kalimat kita hari itu, dan kita gunakan kalimat tersebut dalam segala kesempatan yang mungkin ada dalam hari itu. Atau, kita bisa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa Inggris (lagu, berita, atau kaset-kaset berisi pembicaraan dalam bahasa Inggris) untuk membiasakan telinga kita terhadap bahasa asing tersebut. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah mendengarkan kaset-kaset (baik lagu, pidato, presentasi, atau kaset pembelajaran dalam bahasa Inggris) di mobil sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor atau sebaliknya. Kita juga bisa mencoba untuk menulis dalam bahasa Inggris (menulis memo, surat pendek, ataupun menulis rencana kerja yang akan kita lakukan selama seminggu atau untuk hari berikutnya). Pada prinsipnya, kelilingi hidup kita dengan bahasa Inggris yang topik-topiknya kita senangi atau kita butuhkan.


"Total commitment".
Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk melibatkan bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental, dan secara emosional. Secara fisik, kita bisa mencoba mendengar, membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus dan berulang-ulang. Secara mental atau intelektual, kita bisa mencoba berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa Inggris. Misalnya, dalam memahami bahasa Inggris, jangan kata per kata, tapi arti secara keseluruhan. Kita bisa mencoba mengenali beberapa ungkapan dalam bahasa Inggris yang memiliki arti yang kurang lebih sama, misalnya: How’re you?, How’s life?, How’s business? (jangan terpaku pada satu ungkapan saja). Dan, yang paling penting adalah keterlibatan kita secara emosional dengan bahasa Inggris, yaitu kita perlu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris, dan kita perlu mencari "hal-hal positif" yang bisa kita nikmati, ataupun yang bisa memberikan kita keuntungan jika kita mampu menguasai bahasa Inggris. Hal-hal ini akan memberikan energi yang luar biasa pada kita untuk tetap bersemangat belajar bahasa Inggris. Ketiga aspek (fisik, mental, dan emosional) ini harus kita libatkan secara total dalam proses belajar kita, jika kita ingin belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif.


"Trying".
Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami "buku manual" saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya. Pada tahap pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan. Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang kita lakukan. Guru tidak harus guru formal di sekolah atau kursus bahasa Inggris. Guru bisa saja sebuah kaset yang bisa kita dengarkan dan kita bandingkan dengan ucapan kita, sebuah buku pelajaran yang bisa kita baca dan cek jawabannya, atau bisa juga kenalan, ataupun kerabat yang bisa membantu kita jika kita ada masalah atau ada hal-hal yang ingin kita tanyakan. Kita tidak usah malu bertanya, dan tidak usah takut melakukan kesalahan. Dari pertanyaan yang kita ajukan dan dari kesalahan yang kita lakukan, kita bisa belajar banyak.


"Beyond class activities".
Jika kita belajar bahasa Inggris secara formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas. Agar belajar bisa lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk "belajar" juga di luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi websites yang menawarkan pembelajaran bahasa Inggris gratis, ataupun berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers (baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio, lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita, kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang kita tekuni.


"Strategies".
Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses belajar kita. Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah belajar dengan menggunakan "cue-cards", yaitu kartu-kartu kecil yang bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar kita.



Read More … Tips Belajar Mudah Bahasa Inggris Via Internet : Cara Efektif

Followers

 

Berita Pendidikan

Copyright © April 2010 by Sisi Lain Guru
Private Blog of: Hudza Indra